Sabtu, 06 September 2008

ramadhan

nBismillahirrahmaanirrahiim
PERSIAPAN MENGHADAPI RAMADHAN
I. Bulan Ramadhan yang Insya Allah sebentar lagi akan kita masuki adalah bulan yang sangat mulia, bulan tarbiyah untuk mencapai derajat yang paling tinggi, paling mulia, paling taqwa.

Seperti firman Allah yang berbbunyi :
" Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS 2:183)
" Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa." (QS 49:13)
Predikat taqwa ini tidak mudah untuk diperoleh. Ia baru akan diperoleh manakala seseorang melakukan persiapan yang cukup, minimal dalam dua dua hal ;
1. Mempunyai persepsi yang utuh tentang keutamaan bulan Ramadhan.
2. Dapat memanfaatkan dan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang secara logis mengantarkannya untuk mencapai taqwa.


II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1. Bulan tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.

" Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS 2:183)
2. Bulan diturunkannya Al Qur'an

" Bulan Ramadhan yang pada bulan itu Al Qur'an sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu sebagai pemisah (yang haq dan yang bathil)."
3. Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah

"Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan dan hari yang paling utama adalah hari jum'at." (HR. Thabrani)
" Dari Ubadah bin Shamid, bahwa rasulullah pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba, bersabda :"Ramdahan telah datang kepada kalian, bulan penuh berkah, pada bulan itu Allah memberikan naungan-Nya kepada kalian, Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan do'a. Pada bulan itu Allah Ta'ala akan melihat kalian yang berpacu melakukan kebaikan, Para malaikat berbangga dengan kalian dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah Azza Wajalla." (HR. Thabrani)
3. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.

"Antara shalat lima waktu, dari Jum'at ke Jum'at, dari Ramadhan ke Ramadhan dapat menghapuskan dosa-dosa apabila dosa-dosa besar dihindari." (HR. Muslim)
" Barangsiapa yang melakukan ibadah dimalam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridho Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR. Mutafaq Alaih)
"Apabila Ramadhan datang maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithan-syaithan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bulan dilipat gandakan amal sholeh.

"Setiap amal bani adam dilipat gandakan pahalanya, satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman : kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Ia tinggalkan (tuntutan) nafsu syahwat dan makannya semata-mata karena Aku.
Orang yang berpuasa mendapat dua kebahagiaan ; kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa Rabbnya. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih wangi daripada parfum misik." (HR. Muslim)
"Rabbmu berkata : Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari neraka. Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih wangi dari parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang kamu yang tengah berpuasa, hendaklah ia katakan : aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa."(HR. Tirmizi)
5. Khutbah Rasulullah menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan.

"Dari Salman ra. Katanya :"Rasulullah berkhutbah ditengah-tengah kami pada akhir sya'ban, sabdanya :"Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi, bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya, dan barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan pada bulan itu tujuh kali kewajiban di bulan lainnya.
Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga. Bulan santunan, bulan ditambahkannya rejeki orang mu'min. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya ampunan terhadap doso-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapatkan pahala sebesar orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
Sahabat berkomentar, kata mereka :"Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk berbuka yang dapat diberikan kepada oang yang berpuasa."
Sabda Rasulullah saw : "Pahala tersebut akan diberikan Allah sekalipun yang diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa hanya satu buah kurma, atau seteguk air, atau sesendok susu asam."
Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka, sipa yang memberikan keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu Allah akan ampuni dosanya dan dia dibebaskan dari neraka. Pada bulan ini perbanyaklah empat hal, dua diantaranya membuat kamu diridhoi Rabbmu dan dua yang lainnya suatu yang sangat kamu butuhkan.
Dua yang membuat kamu diridhoi Rabbmu adalah ;
1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan
2. Kamu meminta ampunan kepada-Nya

Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah ;
1. Kamu meminta syurga kepada Allah dan
2. Kamu minta dilindungi dari neraka.

Siapa yang memberikan minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman kepadanya dari telagaku yang tidak akan menjadikan haus sampai dia masuk syurga." (HR. Ibnu Khuzimah)
6. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.
Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan diraih ummat islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulan kuat, bulan jihad, bulan kemenangan.
Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur'an
sebagai "Yaumul Furqon" dan ummat islam saat itu meraih kemenangan
besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 hijriah. Dan saat itu
pula gembong kebathilan Abu Jahal, terbunuh
Serangkaian peristiwa besar lainnya jua terjadi pada bulan Ramadhan, seperti beberapa pertempuran dalam perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriah, tersebarnya islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriah. Kholid bin Walid menghancurkan berhala Uzza tanggal 25 Ramadhan 8 Hijriah, dihancurkan berhala Latta pada bulan Ramadhan 9 Hijriah Ditaklukannya Andalusia di bawah pimpinan Yhoriq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadahan 92 Hijriah. Dan peperangan Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara Monggol pada tanggal 25 Ramadhan 658 Hijriah.
III. ADAB DAN KIAT-KIAT MENGISI RAMADHAN

1. Disunnahkan bagi yang berpuasa agar memperlambat makan sahur, dan mempercepat berbuka.

"Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan>" (HR.
Muslim)
"Mintalah pertolongan dengan makan sahur agar dapat berpuasa di siang hari, dan dengan tidur siang dapat qiyamullail di malam hari." (HR. Hakim)
"Ada tiga diantara akhlaq para Rasul ; mempercepat berbuka, memperlambat sahur dan meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri ketika shalat." (HR. Thabrani)
2. Berdo'a ketika berbuka

"Bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka do'anya tidak ditolak."
(HR.
Ibnu Majah)
"Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku beriman, dahaga telah hilang, urat-uratpun telah membasah dan pahala telah Engkau tetapkan Insya Allah Ta'ala.
"Ya Allah yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku, segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku sehingga aku dapat berpuasa dan yang telah memberikan rizki kepadaku sehingga aku dapat berbuka."
3. Memberikan makanan untuk orang yang berbuka puasa.

"Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi yang berbuka, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa dan yang berpuasa itu tidak dikurangi pahalanya sedikitpun."
4. Menjaga mata, telinga dan lidah serta anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang tidak ada faedahnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa.

"Barangsiapa yang tidak menjauhkan kata-kata dan perbuatan bohong, maka Allah tidak menerima puasanya." (HR. Thabrani)
"Bisa jadi orang yang berpuasa itu hanya mendapatkan lapar dan haus dari puasanya dan bisa jadi orang yang qiyamullail hanya mendapatkan meleknya saja." (HR. Thabrani)
5. Memberikan perhatian yang lebih besar baik moral maupun material kepada keluarga dan famili serta memperbanyak shadaqoh kepada fakir miskin.\

"Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan dan Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan."
6. Meningkatkan kajian tentang islam, tadarus tilawah, dan telaah Al Qur'an, zikir, do'a dan amal-amal kebjikan lainnya (QS 2 :183-187)

"Dan Jibril menjunpai Nabi saw pada setiap malam bulan Ramadhan dan Beliau mengajaknya bertadarus Al Qur'an." (HR. Bukhari dan Muslim)
7. I'tikaf pada Asyrul Awakir (10 hari terakhir pada bulan Ramadhan) dan meningkatkan aktifitas ibadah pada hari-hari tersebut.

"Nabi saw apabila memasuki Asyru Awakir, Beliau hidupkan malam (dengan ibadah), Beliau bangunkan keluarganya dan Beliau menjauh dari isterinya."
8. Meningkatkan kesadaran bermuroqobah, merasa diawasi terus oleh Allah yang Maha Tahu dan selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa, tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan.
9. Pandai menentukan skla prioritas amal islami dengan mengutamakan amal-amal yang lebih penting, lebih banyak manfaatnya dan lebih cepat mengantarkan ke syurga, baik berupa berjuang di jalan Allah dalam menegakkan kalimat-Nya ataupun berinfaq fisabilillah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya.

Ketika orang-orang minta dispensasi dari berinfaq dan berjihad ;
Rasulullah saw bersabda : "Tidak bershadaqoh dan tidak berjihad, jadi dengan apa kamu ingin masuk syurga?" (Hadist)

Demikian Persiapan kita dalam memasuki bulan Ramadhan nanti Insya Allah bermanfaat. Amiien.
Makalah ini diambil dari :
Ceramah & Dialog
"Persiapan Menjelang Ramadhan 1417 H"
Oleh : Ust Abdul Hasib Lc.

Tidak ada komentar: